OPERASI KETUPAT LODAYA 2026: KESELAMATAN WISATAWAN JADI PRIORITAS UTAMA DI PUNCAK LIBUR LEBARAN

Terkini 24 Mar 2026 14:57 3 min read 5 views By Media Jejak Sindikat

Share berita ini

OPERASI KETUPAT LODAYA 2026: KESELAMATAN WISATAWAN JADI PRIORITAS UTAMA DI PUNCAK LIBUR LEBARAN
Konferensi Pers Pemkab Sukabumi Bersama Para Pihak Siagakan Kawasan Palabuhanratu

JEJAK SINDIKAT SUKABUMI - Kawasan wisata Palabuhanratu mulai menghadapi puncak arus kunjungan wisatawan dalam rangka libur Lebaran 1447 Hijriah/2026. Dalam konferensi pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar di Pos Pengamanan Gadobangkong pada Selasa (24/3/2026), Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengingatkan agar seluruh pengunjung selalu mengutamakan keselamatan selama menikmati liburan.

 

Acara konferensi pers tersebut dihadiri oleh pihak Pemkab Sukabumi, BMKG Sukabumi, dan Polres Sukabumi, yang menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai imbauan terkait aktivitas wisata di periode libur panjang ini.

 

“Kami ingin memastikan bahwa liburan Lebaran menjadi momen yang menyenangkan sekaligus aman. Oleh karena itu, kami mengimbau setiap wisatawan yang datang ke Palabuhanratu untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan diri serta orang lain. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bertekad menciptakan suasana wisata yang kondusif dan damai,” jelas Wabup Andreas dalam pidatonya di konferensi pers.

 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang telah bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, ia mengingatkan agar para petugas tidak melupakan kesehatan diri agar pelayanan yang diberikan tetap maksimal.

 

“Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan di lapangan. Jaga kesehatan Anda semua agar tugas pengamanan dapat berjalan lancar dan efektif,” ucapnya pada kesempatan konferensi pers tersebut.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar menyampaikan dalam konferensi pers bahwa tingginya kunjungan wisatawan merupakan bentuk apresiasi terhadap potensi pariwisata daerah. Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, memperhatikan situasi sekitar, dan mematuhi peraturan keselamatan yang berlaku di setiap lokasi wisata.

 

“Kami terus berupaya meningkatkan tata kelola pariwisata Sukabumi agar menjadi destinasi yang semakin aman, nyaman, dan menarik bagi pengunjung dari berbagai daerah,” katanya di konferensi pers.

 

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Samian juga menyampaikan pesannya dalam konferensi pers, menyoroti pentingnya kondisi kendaraan bagi wisatawan yang akan menuju Palabuhanratu. Mengingat medan jalan yang cukup menantang, ia menekankan larangan penggunaan kendaraan yang dimodifikasi dari jenis barang menjadi angkutan manusia.

 

“Pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima. Jangan pernah mencoba memodifikasi kendaraan barang untuk mengangkut orang, karena hal ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan konsekuensi fatal jika terjadi kecelakaan,” tegasnya pada konferensi pers.

 

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi Agung Saptaji turut memaparkan kondisi cuaca dan kelautan terkini dalam konferensi pers. Meskipun curah hujan di Sukabumi lebih rendah dibandingkan wilayah seperti Bogor, ia mengingatkan akan potensi gelombang laut yang perlu diwaspadai.

 

“Prediksi ketinggian gelombang di Palabuhanratu mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, termasuk kategori sedang namun memerlukan perhatian. Puncak pasang laut terjadi pada pukul 11.00 WIB dan akan mulai surut sekitar pukul 16.00 WIB,” pungkasnya di konferensi pers.

Media Sindikat News
Chat with us on WhatsApp