Serangan terhadap Diego Garcia: Kemampuan Rudal Iran Transformasikan Landasan Strategis Militer AS dan Sekutunya
JEJAK SINDIKAT, 22 Maret 2026 – Serangan Iran yang menargetkan pangkalan militer gabungan Inggris-Amerika di Diego Garcia dinilai telah mengubah perhitungan strategis dalam struktur kekuatan militer Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya. Pandangan ini disampaikan oleh Muhanad Seloom, dosen di Doha Institute for Graduate Studies.
Seloom menjelaskan bahwa serangan tersebut memperlihatkan kemampuan baru Iran dalam pengembangan teknologi rudal balistik jarak jauh. Rudal yang digunakan untuk menyerang Diego Garcia diperkirakan memiliki jangkauan lebih dari 4.000 kilometer – angka yang jauh melampaui perkiraan sebelumnya yang hanya sekitar 2.000 kilometer.
"Peningkatan jangkauan rudal ini memiliki implikasi besar secara geopolitik," ujar Seloom dalam keterangan yang dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (21/3/2026). Jika arah serangan dibalik, wilayah seperti London dapat berada dalam jangkauan serangan, sebuah kondisi yang berpotensi memengaruhi sikap negara-negara Eropa termasuk Uni Eropa yang selama ini menjalankan kebijakan hati-hati dalam keterlibatan konflik.
Lebih lanjut, Seloom mengemukakan dugaan bahwa Iran telah mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat. Dugaan ini didasarkan pada data dari uji coba yang dilakukan melalui program luar angkasa Iran.
Temuan terkait kemampuan militer baru Iran ini dinilai dapat mengubah totalitas kalkulasi militer dan strategi pertahanan global, terutama bagi AS dan sekutu-sekutunya dalam menghadapi potensi eskalasi konflik di masa mendatang.(red)
Related Articles